Senin, 17 Juni 2013

Bitung Kota Ikan di Sulawesi Utara


Bitung Kota Ikan, Tanpa Wisata Kuliner Ikan Laut 
Catatan: Dianne Deivie Dirk, Suarasulut.com (awal 2012)


Bitung dikenal sebagai  sebuah kota kecil yang berada di pantai timur Minahasa yang secara geografis pada belahan timur, selatan dan utara berbatasan dengan laut atau pantai. Itu berarti  sebagian besar wilayah Kota Bitung ini di pagari laut .

Pulau Lembeh yang berada di sebelah selatan Bitung merupakan benteng alam yang sangat baik melindungi Pelabuhan Bitung dari gelombang laut sehingga tak heran Bitung terkenal dengan pelabuhan alamnya yang hampir tak ada duanya di Indonesia. Keadaan laut yang tenang terutama di celah atau selat yang memisahkan antara daratan besar Bitung dan Pulau Lembeh dengan keindahan panorama di bawah lautnya, membuat wilayah ini menjadi salah satu tujuan wisatawan manca negara maupun domestic  terutama yang menggemari wisata bawah laut atau menyelam (diving).

Konon laut seputaran Selat Lembeh  ini sangat berbeda pemandangan bawah lautnya dengan laut Bunaken, atau laut pulau Lombok di NTB, pasirnya berwarna hitam dan biota lautnya a inilah salah satu alasan kuat atau menjadi daya tarik bagi wisatawan para diver domestik maupun mancanegara.


Sebagai kota industry, Bitung sudah dikenal, bahkan puluhan industri terutama industri perikanan (pabrikan) semakin banyak  berdiri di kota yang dikenal dengan sebutan kota cakalang atau kota ikan.


 Selain sebagai kota Industri, Bitung juga adalah Kota dengan Potensi Wisata yang  sebetulnya menjadi salah satu andalan Sulawesi Utara, khususnya potensi wisata bahari (pantai dan laut).
Di wilayah Barat kota ini terdapat  pantai Tanjung Merah dan  Manembo-nembo yang sejak dulu menjadi obyek wisata yang tak kalah menariknya. Di wilayah timur  ada terdapat pantai  Kasawari , Tandu Rusa yang berhadapan dengan Pulau Lembeh. Sejumlah obyek wisata yang menjanjikan tersedia di wilayah timur Bitung ini. Bila kita menyusuri bagian Utara kota ini, akan dijumpai  Pantai Batu Putih dengan berbagai tawaran wisata pantai yang tersedia.
Jelasnya, Bitung selain merupakan kota industri juga sebagai kota wisata terutama wisata alam pantai dan laut.Sebagian masyarakat Bitung berprofesi sebagai nelayan baik nelayan tradisonal maupun nelayan modern, sehingga Bitung disebut sebagai kota ikan.
@Dirkadian2

Harus diakui, Bitung sebagai kota ikan menjadi salah satu daya tarik bukan hanya bagi para pengusaha maupun idustriawan saja, tetapi bagi wisatawan sendiri. Begitu banyak tawaran wisata tersedia bagi wistawan, meski disadari atau tidak terdapat hal yang membuat penasaran dan bahkan ironi, karena meski kita berkeliling di seluruh kota ini kita belum bisa menemui sebuah tempat wisata yang seharusnya sejak dulu sudah ada yakni wisata kulinerikan laut seperti yang tersedia di daerah lain seperti Manado dengan sepanjang boulevard hingga Malalayang menyediakan rumah makan atau restaurant yang khusus menyuguhkan makanan ikan laut atau seperti di Tondano yang menyuguhkan makanan khas Danau Tondano.


Sangat disayangkan memang, kota ini  tidak menyediakan tempat wisata kuliner ikan laut yang representatif karena  khusus menyajikan makanan utama dengan menu ikan laut, dengan view-nya menghadap  laut lepas (seperti contoh restoran-restoran seperti diseputaran pantai Malalayang Manado). Jangan heran jika wisatawan domestic maupun mancanegara yang hendak mencari tempat –tempat seperti ini, mereka akhirnya harus meluncur kekota Manado. Bitung, kota ikan, laut dan pantai, melupakan sebuah daya tarik wisata yakni wisata kuliner ikan laut sambil menjuak  keindahan laut dan pantai seperti kelesatan ikan laut itu sendiri. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar