Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 September 2012

Babak baru cerita Titian Kehidupan

Aku memandang ujung kapal yang masih berlabuh siang itu...........................
dengan langkah gontai separuh semangat terbawa gelisah pagi itu,
kata kalimat mengalir tanpa banyak dianalisa....mengalir sejujur suaca dihari itu.....adem meki terik matahari mengintip.

Aku berjalan goyah, kucegat taxi yang dilewat tanpa semangat, aku meyakini bahwa sudah terbukti kebohongan itu, tapi kutahan untuk menata setiap gejolak yang merasuk sukmaku.

Semua tampak lagu dipagi itu........semua wajah memandang sayuh
tiba di terminal Tangkoko redup.......tetapku langkahkan kaki dan menaiki bus jurusan Manado...
Semua membisu dan kaku.......awan makin nyata pada kegalauan, aku terpekur dalam dalam tanpa ngantuk walau sudah 2 malam tak bisa tidur.

Bitung Manado...................................berlalu tanpa arti.
terukir disudut Tatamailao yang menyimpan dusta!

21 Agustus 2012 hari itu.

Minggu, 11 Maret 2012

Pesan Ibu




@di muat di My Facebook, 15 Feb 2011


Malam menjemput tidur anak-anakku.....Kupandang bulan...kupandang bintang....berharap mereka mendengarkan pesan-pesanku...ketika dunia kita telah berubah....untuk menjaga anak-anakku ketika malam tiba...agar dingin tidak menggigit dan selimut kehangatan membungkus tidur.

Sama ketika siang tadi matahari menyapa dengan terik.....mengeringkan pakaian hasil cucian pagi tadi, agar ketika siang tiba amankan anak-anakku...saat dunia menjadi berbeda bagi kami.





Bunda Teresa

Satu hal yang ku yakini....bahwa apapun yang menimpaku, ada yang punya bumi dan seluruh isinya akan selalu menaungi setiap langkah-langkah mereka......ketika mereka jatuh ..terjembab...terpuruk...tergeletak....tak da yang bisa menolong....Dia sudah mengatur semuanya....lengkap dengan assistant...melebihih assitantnya Hosni Mobarak...bahkan melebihi asistantnya Barack Obama...semua akan melaju seperti air...menagalir .....tinggal apakah ada dahan yang bisa menjadi pegangan...ada batu yang bisa diduduki atau...membiarkan hanyaut mengikuti arus...asalkan jangan sampai tenggelam.

Empat anakku sudah remaja....17 tahun...16 tahun...14 tahun....12 tahun....
Aku bangga pada mereka.........walaupun hampir setiap hari ribut hanya soal-soal kecil tapi sebetulnya mereka anak yang baik...mengerti...akan keadaanku....bahkan sering menjad penolong saat aku butuhkan...........
Mengamati minat dan bakat mereka......sungguh menarik dan membuat aku sangat antusias.....

Hampir -hampir tidak ada ketakutan...ketika dokter mengatakan.....hidupku tinggallah keajaiban......karena aku begitu yakin...bahwa ke empat anakku akan bernaung dalam lindungan Bapaku. Aku hanya ingin menikmati kebersamaan dengan mereka berempat.......1 anak gadisku yang ingin mendalami "Chef" karena kesukaan memasaknya dan 1 gadis manis yang tomboy dan punya daya agumen melebih anggota dewan yang cuma punya duit tapi ndak mau kerja untuk rakyat ....1 teen boy yang cerdas....antusias pada minatnya pada Art n Teckno dan terakhir si bungsu yang ingin menjadi petani modern dan senang menangkap ular Patola kecil....

Anak-anak adalah keindahan bagiku....yang kubesarkan dengan cinta...art...n science.....Walau kadang-kadang sebagai manusia aku kehilangan kendali karena kenakalan mereka ataupun karena aku sendiri kecapeaan ...hehheehe...

Aku berterima kasih karena diberikan olehNya kesempatan untuk memiliki ataupun dititipi kalian....Sepeningalanku...jagalah diri kalian....saling menjaga satu dengan yang lain....ingatlah...aku tidak bisa menjaga kalian...seumur hidup..........namun Dia selalu ada unutkmu..jadilah rendah hati...(bukan rendah diri), jujur, rajin....tekun...bertoleransi...berempati....

Minggu kemarin dokter memvonisku..................



Sabtu, 10 Maret 2012

Bakung



Bakung...tumbuh liar diantara semak duri...... Bakung menyapa mentari, meraih hari, merajut mimpi bersama ambisi. Bakung...menghias hati, melukis jemari, menggambar pijakan. Bakung...lelah ketika badai, terombang-ambing, terpental, terpuruk, terjembab, terpelanting dan..... terpesona pada bias malam yang basah .....sisa hujan sore hari. Bakung menanti pagi, melirik siang, menunggu sore dan menggapai malam......,.Suatu hari, Bakung kecapean, menunduk murung.....Anak petani mencolek, mengelus tak membiusnya........"hari masih panjang putih....Warnamu berubah menjadi keruh...telisik hari, arungi hati, gauli mimpi...." Bakung beranjak, terus tumbuh, melisat Pengkhotbah: Untuk Segala Sesuatu Ada Waktunya. 

//ditulis subuh ini untuk mengenang pelapukan nurani

Tulisan ini, dimuat diaccount facebookku pada tanggal 26 September 2009