Minggu, 01 Februari 2015

Tanjung Merah, Kampung terpencil tapi dicari

Kelurahan yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk ini kendaraan ini menjadi tempat tinggal yang paling menyenangkan. Rencana bahkan kegiatan yang sudah dimulai dengan pembuatan pelebaran jalan-jalan utama di Tanjung Merah telah menandkan bahwa Kawasan Ekonomi Khusus sudah sementara direalisasikan.

Mimpi indah sebuah kawasan yang maju dari segi perekonomian dan infrastruktur kiranya bukan  hanya menjadi isapan jempol belaka, masyarakat berharap banyak dari pembangunan Kawasan ini, yang nantinya  diikuti dengan kemajuan ekonomi masyarakat. “Blum tau le apa yang mo jadi pa torang 5 taong yang akan datang, dengar-dengar torang pe kampung ini mo dipindahkan”, demikian ungkapan lirih dari Wisye Wonte, warga Tanjung Merah Lingkungan 3.

“Dulu dijalan potong sana, ada mangga yang namanya mangga Padi, dibawa mangga itu torang pe tempat bermain waktu anak-anak, skarang mangga padi yang menjadi kenangan torang masyarakat Tanjung Merah dorang so potong karena da beking jalan....ya bgitu, kenangan mangga padi tempat bermain anak-anak Tanjung Merah bebrapa generasi so nda ada, akibat mo jadi kawasan KEK”, Reyke Wullur, SE. Bercerita mengenai dinamika Kawasan KEK Tanjung Merah.


“Ini kampung pertama di Bitung, maksudnya Tanjung Merah adalah cikal bakal Kota Bitung yang didiami pertama kalinya oleh warga asal Tonsea, Minahasa Utara. Torang pe nenek moyang Tanjung Merah ini, asal dari Minawerot, Kecamatan Kauditan, Minahasa Utara”, sambung Samuel Angkouw.menjadi tempat


Tanjung Merah menjadi tempat kunjungan wisata dan bisnis dengan ditunjang dengan sudut-sudut Indah Pantai Mileniun dan RCTI.