Senin, 27 April 2015

Haruskah Musrenbang tetap dengan konsep dan sistim yang sama tahun demi tahun?



Pelaksanaan Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Matuari Kota Bitung SULUT Tahun 2014, dilaksanakan kemarin (18/2/2014), dihadiri oleh Perwakilan BAPEDA, Robby Rotinsulu, dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Maxi Rumuat, Kepala Puskemas Matuari Dr. Erni Polontoh, sejumlah Lurah se-Kecamatan Matuari minus Tanjung Merah, Perwakilan Fasilitator PNPM Mandiri Perkotaan Bitung OSP 8 SULUT, Dianne Dirk dan  sejumlah Tokoh-masyarakat  setempat.

Terungkap usulan pembuatan jalan dan drainase serta lampu jalan  masih mendominasi, disamping perlengkapan kantor kelurahan yang belum seluruhnya disiapkan oleh pemerintah, misalnya seperangkat computer yang hanya 1 unit, meja kursi  yang  kurang, apalagi kantor kelurahan yang tidak memadai untuk disebut kantor, hal ini dikeluhkan oleh Kepala Kecamatan,  saat daftar usulan kelurahan Sagerat Weru 2 dibacakan, beliau turut menambahkan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, perwakilan dari kelurahan (Lurah)  diberikan kesempatan untuk memaparkan apa yang menjadi prioritas usulan kelurahan yang bersangkutan sehubungan dengan rencana  pembangunan kelurahan yaitu usulan masyarakat yang direkap dari usulan masyarakat saat pelaksanaan Musrenbang kelurahan.

Disampaikan oleh Camat Matuari, Ellen Sutrisno bahwa dari pihak Kecamatan telah mengundang Dinas Tata Ruang dan Dinas PU namun tidak nampak hadir, demikian juga dari sekian anggota legistatif hanya Bobby Dumgair yang nampak ada namun meninggalkan Kantor Kecamatan sebelum acara dimulai. Molor memang, undangan jam 8, mulai hampir jam 10.

Tidak tampak perwakilan dari masyarakat miskin yang hadir, sepertinya tidak ada dalam daftar undangan, ketika dikonfirmasikan dengan Lurah Sagerat, Agnes Tuwaidan,  ternyata mereka dianggap hanya sebagai penerima program, tidak dirasa perlu untuk didengar apa yang menjadi kebutuhan mereka. “Merekakan penerima program saja”, demikian penegasan Lurah Sagerat.  Apakah demikian?

Sekian banyak usulan yang rencana realisasikan pada tahun 2015 akan diseleksi mana yang akan dibiayai lewat Dana APBN dan APBD. Namun Ironis memang, jika sekian tahun mengusulkan usulan yang sama lewat penggalian gagasan MUSRENBANG maupun lewat kegiatan RESES DPRD tapi  tidak kunjung juga terealisasi, seperti Pembangunan Sekolah Dasar yang menjadi kebutuhan dasar untuk anak-anak di Kelurahan Manembo-nembo Atas sebagai kelurahan yang paling banyak penduduk di Kota Bitung SULUT. Alasanya masih alasan yang sama yaitu persoalan lahan, tidak disiapkan lahan/tidak ada lahan. “Memang, sudah beberapa kali ada usulan pembangunan Sekolah Dasar di Manembo-nembo Atas tapi, kembali lagi masalah lahan, belum ada lahan”, demikian keterangan perwakilan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, Maxie Rumuat, ketika dimintai tanggapan.


Kemudian buat apa Musrenbang selalu diadakan tanpa hasil yang yang berarti untuk yang namanya PERENCANAAAN? Masih parlukah diadakan setiap tahun dengan konsep dan sistim yang Sama?



*Catatan: Dipost pd Group FB Jurnalis Warga Tarsius Bitung (SULUT), Feb. 2014, masih relevan untuk mengoreksi Musrenbang yang setiap tahun dilaksanakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar