Senin, 25 Mei 2015

My Mom

Dua puluh sembilan hari sejak kepergian mamiku, tak ada kata yang bisa kulukiskan untuk menggambarkan duka yang dalam atas kepergianannya.  Perempuan sederhana yang ku kenal sangat tegas itu tetap hidup dalam setiap langkah kakiku.

Teringat masa kecil, remaja dan dewasa bersamanya, mengukir hari-hari yang penuh dengan dinamika kulalui bersamanya.

Sebagai anak sulung, perempuan, aku sangat dekat dengannya. Walaupun tidak jarang kami berbeda pendapat, berantem bahkan tak bicara beberapa hari tapi, aku tak pernah menyimpan egoku lama-lama, biasanya, ku cuekin saja dan diam-diam datang ke rumah langsung buka tutup makanan dan makan apa yang sesuai dengan seleraku. Biasanya mamiku hafal kebiasaanku. Kalau sudah begitu, artinya aku sudah tak pikirkan soal marahku.

8 April, ketika penyakit itu menyinggahinya, semua berubah. Mamiku tak lagi benar-benanr sembuh.....sampai Tuhan memanggilnya ...Oktober 17, 2012.

I miss her so much.
Me...without my mom


Tidak ada komentar: