Bakung...tumbuh liar diantara semak duri...... Bakung menyapa mentari, meraih hari, merajut mimpi bersama ambisi. Bakung...menghias hati, melukis jemari, menggambar pijakan. Bakung...lelah ketika badai, terombang-ambing, terpental, terpuruk, terjembab, terpelanting dan..... terpesona pada bias malam yang basah .....sisa hujan sore hari. Bakung menanti pagi, melirik siang, menunggu sore dan menggapai malam......,.Suatu hari, Bakung kecapean, menunduk murung.....Anak petani mencolek, mengelus tak membiusnya........"hari masih panjang putih....Warnamu berubah menjadi keruh...telisik hari, arungi hati, gauli mimpi...." Bakung beranjak, terus tumbuh, melisat Pengkhotbah: Untuk Segala Sesuatu Ada Waktunya.
//ditulis subuh ini untuk mengenang pelapukan nurani
//ditulis subuh ini untuk mengenang pelapukan nurani
Tulisan ini, dimuat diaccount facebookku pada tanggal 26 September 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar