Pagi cerah, hari itu, dokter Sayogo, dokter yang menangani kehamilanku bergegas datang, bidan-bidan yang jaga malam terus memonitor, rupanya monitoring dokter adalah lewat telepon, dan ketika dianalisa sudah hampir waktunya melahirkan dokter bergegas datang.
Kelahiran Stevano terasa menakjubkan, tentunya bagiku yang baru merasakan pertama kalinya. Tidak banyak kesulitan, Ano lahir dengan tali pusar melingkar. Membaca hasil monitor medis dinyatakan nilai kesehatan Ano perfect. walaupun dari omongan dokter yang sempatku dengar, Ano berdiam dalam rahim lebih dari 9 bln 10 hari.
Stevano tumbuh sebagai anak yang tak bisa diam, bergerak lincah dimanapun dia berada. dan walaupun dia tidak mendapatkan ASI secara full tapi dia tumbuh sehat, jarang sakit. Tak jarang kami menyebutnya si Autis karena kelincahaannya itu.
RS Harapan Kita Jakarta, 8 September 1996, Pelangi itu hadir, dia bertumbuh untuk Pemiliknya.
Hari ini, lebih dari 16 tahun yang lalu, dia menjadi anak yang berbeda dalam segi pemikiran-pemikirannya.
Dia menjadi anak yang kritis.
Malam tadi dia curhat, dan memberikan pendapatnya tentang guru-gurunya, yang dimatanya, ada yang benar-benar punya passion sebagai guru, ada yang menjadi guru karena kebutuhan materi saja.
Kemudian dia curhat mencari dimana Tuhan, apa dan siapa Tuhan.
Dari atmosfir kehidupan demokratis yang kuterapkan, bertumbuhlah sosok Stevano, anak sulung kami.
God bless him.
Stevano with his Jimbo (Paps), Mom and inset AY his brother.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar