Rabu, 14 Maret 2012

Pemeriksaan BPKP di Bitung, Kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan 2011

Suatu hari, di bulan Maret 2012, Tim BPKP Sulawesi Utara menjelajahi dan menguliti, setiap kegiatan/program yang dilaksanakan oleh Masyarakat kelurahan di Kota Bitung lewat pemanfaatan BLM (Bantuan Langsung Masyarakat) di tahun 2011.


Beberapa kelurahan menjadi sample, yaitu 9 kelurahan di 3 Kecamatan, Kecamatan Aertembaga, Kecamatan Maesa dan Kecamatan Girian. Perrtama dikunjungi adalah kelurahan Aertembaga 1, menyusul kelurahan Winenet 1 dan 2, hari kedua dikecamatan Maesa dan ke tiga di kecamatan Girian.



Dalam kunjungan evaluasi dan pemerikasaan BPKP ini, dikatakan Max Raintung, SE, salah seorang anggota Tim bahwa, kegiatan masyarakat ini berjalan cukup baik, tidak banyak temuan yang berarti, hanya sedikit perubahan administrasi yang dimintakan, seperti ada perubahan dari rencana dan realisasi yang harus dibuatkan CCO (Change Contract Order).



Pemeriksaan Rutin dari lembaga Pemeriksa ini, kiranya menjadi bahan Evaluasi dan koreksi agar kedepan dan menjadi wadah pertanggung-jawaban atas  kepercayaan yang diberikan kepada masyarakat sehinnga kualitas program penanggulangan kemiskinan di perkotaan ini menjadi lebih baik. 


Harmonisasi Fasilitator PNPM Mandiri Perkotaan di Kalasey 8-9 Maret berlangsung Sukses

(DianneDeivieDirk.Blogspot.Com/8-9/03/2012)

Pertemuan seluruh fasilitator se SULUT PNPM MP di Villa Daun Kalasey berlangsung meriah, kegiatan-kegiatan yang disusun panitia cukup membuat peserta merasa enjoy dan segar, dimulai dengan pembukaan Oleh Satker program ini, Ir. Adrian Sembor, yang slengean dan lucu diikuti yel-yel dari setiap koorkot yang membuat urat-urat saraf meregang, karena semuanya diformula dengan menarik dan lucu.

Dua hari, rasanya belum cukup, rangkaian acara begitu padat, seperti loba-lomba olahraga, seni dan kreasi, begitu juga dengan the best moment, yaitu sesi Team Building yang seru abis. Acara Team Building ini, dipandu dengan semangat oleh Koorkot Bitung, Ir. Teddy Sulangi.

Panitia, dibawah pimpinan Ketuanya, Ruben Kalalo, S.Sos cukup berhasil dalam memnyusun acara pelatihan new idea ini, dimana biaya pelatihanan dicharge kepada masing-masing fasilitator.


Minggu, 11 Maret 2012

Pesan Ibu




@di muat di My Facebook, 15 Feb 2011


Malam menjemput tidur anak-anakku.....Kupandang bulan...kupandang bintang....berharap mereka mendengarkan pesan-pesanku...ketika dunia kita telah berubah....untuk menjaga anak-anakku ketika malam tiba...agar dingin tidak menggigit dan selimut kehangatan membungkus tidur.

Sama ketika siang tadi matahari menyapa dengan terik.....mengeringkan pakaian hasil cucian pagi tadi, agar ketika siang tiba amankan anak-anakku...saat dunia menjadi berbeda bagi kami.





Bunda Teresa

Satu hal yang ku yakini....bahwa apapun yang menimpaku, ada yang punya bumi dan seluruh isinya akan selalu menaungi setiap langkah-langkah mereka......ketika mereka jatuh ..terjembab...terpuruk...tergeletak....tak da yang bisa menolong....Dia sudah mengatur semuanya....lengkap dengan assistant...melebihih assitantnya Hosni Mobarak...bahkan melebihi asistantnya Barack Obama...semua akan melaju seperti air...menagalir .....tinggal apakah ada dahan yang bisa menjadi pegangan...ada batu yang bisa diduduki atau...membiarkan hanyaut mengikuti arus...asalkan jangan sampai tenggelam.

Empat anakku sudah remaja....17 tahun...16 tahun...14 tahun....12 tahun....
Aku bangga pada mereka.........walaupun hampir setiap hari ribut hanya soal-soal kecil tapi sebetulnya mereka anak yang baik...mengerti...akan keadaanku....bahkan sering menjad penolong saat aku butuhkan...........
Mengamati minat dan bakat mereka......sungguh menarik dan membuat aku sangat antusias.....

Hampir -hampir tidak ada ketakutan...ketika dokter mengatakan.....hidupku tinggallah keajaiban......karena aku begitu yakin...bahwa ke empat anakku akan bernaung dalam lindungan Bapaku. Aku hanya ingin menikmati kebersamaan dengan mereka berempat.......1 anak gadisku yang ingin mendalami "Chef" karena kesukaan memasaknya dan 1 gadis manis yang tomboy dan punya daya agumen melebih anggota dewan yang cuma punya duit tapi ndak mau kerja untuk rakyat ....1 teen boy yang cerdas....antusias pada minatnya pada Art n Teckno dan terakhir si bungsu yang ingin menjadi petani modern dan senang menangkap ular Patola kecil....

Anak-anak adalah keindahan bagiku....yang kubesarkan dengan cinta...art...n science.....Walau kadang-kadang sebagai manusia aku kehilangan kendali karena kenakalan mereka ataupun karena aku sendiri kecapeaan ...hehheehe...

Aku berterima kasih karena diberikan olehNya kesempatan untuk memiliki ataupun dititipi kalian....Sepeningalanku...jagalah diri kalian....saling menjaga satu dengan yang lain....ingatlah...aku tidak bisa menjaga kalian...seumur hidup..........namun Dia selalu ada unutkmu..jadilah rendah hati...(bukan rendah diri), jujur, rajin....tekun...bertoleransi...berempati....

Minggu kemarin dokter memvonisku..................



Sabtu, 10 Maret 2012

Bakung



Bakung...tumbuh liar diantara semak duri...... Bakung menyapa mentari, meraih hari, merajut mimpi bersama ambisi. Bakung...menghias hati, melukis jemari, menggambar pijakan. Bakung...lelah ketika badai, terombang-ambing, terpental, terpuruk, terjembab, terpelanting dan..... terpesona pada bias malam yang basah .....sisa hujan sore hari. Bakung menanti pagi, melirik siang, menunggu sore dan menggapai malam......,.Suatu hari, Bakung kecapean, menunduk murung.....Anak petani mencolek, mengelus tak membiusnya........"hari masih panjang putih....Warnamu berubah menjadi keruh...telisik hari, arungi hati, gauli mimpi...." Bakung beranjak, terus tumbuh, melisat Pengkhotbah: Untuk Segala Sesuatu Ada Waktunya. 

//ditulis subuh ini untuk mengenang pelapukan nurani

Tulisan ini, dimuat diaccount facebookku pada tanggal 26 September 2009

Me and Sport Shoes






Berita/cerita ini dimuat di Web P2kp.org. pada bulan November 2011
Bersama Semangat Sumpah Pemuda, Mewarnai DDUB 2011 Kota Bitung- SULUT

Masih terbayang  lebih dari 2 tahun yang lalu, ditahun 2009, perwakilan BKM/LKM, Relawan, Fasilitator, TA, TL OC 8 SULUT, berkali-kali mengadakan pertemuan di Aula BAPEDA Bitung dan  perburuan-perburuan orang-orang penentu penetapan kebijakan APBD agar dana DDUB Bitung bisa di wujudkan.
Terkadang hari masih subuh kami harus bergegas menujuh rumah pribadi walikota Bitung untuk mencari momen tepat guna lobi dan negosiasi agar dana ini bisa dialokasikan di APBD,  atau pada kesempatan yang lain, kami harus melintasi laut menuju  Pulau Lembeh karena ada informasi Ketua DPRD Bitung akan melakukan kunjungan semi resmi ke salah satu kelurahan disana, tapi ternyata setelah beberapa jam kami menunggu disana, dikabarkan bahwa, kunjungan beliau dibatalkan, akhirnya kami balik lagi ke kantor DPRD untuk menemui beliau.

Dilain kesempatan , kami pernah menerobos masuk sampai dalam rapat pembahasan APBD perubahan di propinsi SULUT, juga dilakukan hearing bersama Kepala-kepala SKPD terkait, Panitia Penetapan Anggaran , Komisi B DPRD Kota Bitung , ujung-ujungnya diawal tahun 2010 Walikota Bitung, diundang/dipanggil ke Jakarta untuk mendengar penjelasan mengenai DDUB PNPM MP.

Tidak banyak kuli flash yang meliput kegiatan PNPM di Bitung waktu itu, hanya seorang wartawan senior dari sebuah media cetak, secara kebetulan dikenal oleh seorang anggota LKM yang kemudian menghubungi beliau saat hearing pertama di DPRD Bitung, atas rekomendasi LKM ini,  bahwa yang bersangkutan adalah termasuk wartawan yang vocal mengangkat ketidak adilan, disitulah awal PNPM MP  Bitung terexpose secara benar dan menyentuh kehalayak ramai melalui media cetak kalah itu
.
Kepala-kepala SKPD terusik mengenai hal ini lewat berita melalui beberapa media cetak lokal, Walikota Bitung mulai terbuka matanya, khususnya mata hati. Perlu menjadi catatan, PNPM MP/P2KP masuk di Bitung, sejak tahun 2004 (sebagai Pilot Project).
Ditahun 2010, pemerintah mengalokasikan dana DDUB/APBD walaupun belum sesuai yang dianggarkan.  Tahun ini,  2011, tepatnya hari Kamis, 27 Oktober 2011, seluruh Koordinator BKM/LKM dipanggil untuk menandatangani NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) Tahun 2011, di Kantor Kabag. Keuangan Pemerintah Kota Bitung.

Tepat di hari Sumpah Pemuda, Jumat, 28 Oktober 2011, Perwakilan BKM/LKM dan seluruh fasilitator diundang untuk mengikuti acara hari Sumpah Pemuda di Lapangan Kantor Walikota sekaligus menerima secara simbolis DDUB tahap I berjumlah Rp. 1 M untuk kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Bitung.
Perwakilan PNPM MP, BKM/LKM, fasilitator ditempatkan secara terhormat di area panggung bersama pejabat-pejabat Kota, Anggota DPRD dan tokoh-tokoh  masyarakat sebagagai penghargaan dan atensi atas kepedulian membangun masyarakat dikota ini. Romel Sangian, S.Sos, Askot CD Bitung berseleroh, “Biasanya fasilitator, setiap hari dipanas matahari untuk memfasilitasi masyarakat, khusus hari ini dorang (mereka) kase tempat khusus for torang (kami) di panggung”.
Menjelang sore, dihari/tanggal yang sama, 28 Oktober 2011, Dana DDUB Rp. 1 M, sudah masuk ke Rekening LKM. “Ini, proses yang paling cepat untuk pengalokasian Dana DDUB PNPM MP yang pernah saya ikuti”, ujar Koorkot Bitung, Ir. Teddy Sulangi.

Ternyata implementasi Weinberg Theory atas teori perubahan social, 3 Tahapan yang harus dilalui dalam perubahan social yaitu: awareness (penyadaran), policy determination (penentuan kebijakan)  dan reform ( reformasi). Menjadi nyata dikota ini, kiranya  semakin meluas terjadi di berbagai tingkat kehidupan masyarakat.

Sebagai fasilitator, penulis terharu dan bangga atas kepedulian ini, dan hasil perjuangan Mantan TL OC 8 SULUT, TL Ir. Joko Hardiyanto, Mantan Korkot Bitung Fajar Syafruddin S.Sos. Mantan Korkot Bitung juga,  Rita Siripe S.Pd.eluruh LKM, Relawan, Fasilitator  kiranya semua ini menghasilkan karya yang manis untuk masyarakat kita.

Saat ini, Korkot Bitung Ir. Teddy Sulangi dengan eforia dan antusiasmenya yang tinggi terus menggalang kebersamaan dan mengangkat potensi-potensi Kota Bitung, baik itu Relawan, BKLM/LKM dan tentunya fasilitator.
Bersama peduli, pasti bisa kita atasi.

@Terlampir Berita Foto 28 Oktober 2011 di Bitung SULUT
Penulis:
Dianne Deivie Dirk


Pelatihan UP2 menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan




Mengemban tugas sebagai Unit-unit pengelolah adalah suatu kepercayaan bahkan kebanggaan bagi mereka yang mengemban tugas tersebut.

Setelah melakukan tugas yang sudah menjadi kewajiban sesuai dengan komitmen antara LKM/BKM dengan UP2 adalah suatu kesempatan yang sangat baik, ketika mereka diundang dalam suatu kegiatan pelatihan.  Dikumpulkan utusan beberapa kelurahan sambil berbagi pengetahuan dan pengalaman lewat pelatihan yang menerapkan konsep POD (Pendidikan Orang Dewasa), semua bisa menjadi sumber belajar.
Semua peserta, termasuk pemandu dapat berbagi pengetahuan lewat pelatihan ini. Banyak hal yang bisa dibagikan, termasuk pengalaman selama menjalankan program PNPM Mandidiri Perkotaan.